PENGALAMAN PERJALANAN IBADAH HAJI

Hari besar telah tiba, Hari dimana kami akan melanjutkan perjalanan kami dalam menggapai rukun agama kami yang terakhir.
Kusiapkan bekalku, yaitu tekad hati dan kepasrahanku padaMu...
Ya.. Maha Besar.
Telah kutinggalkan rumah, negeri dan keluarga kami untuk menuju rumahMu,
kini sampailah kami pada waktunya untuk memulai kembali perjalanan selanjutnya.
Kini waktunya untuk meninggalkan RumahMu,  untuk menjalani Haji kami.
Sungguh berat rasanya kami meninggalkan Baitullah, meski hanya sejenak waktu. 
Kami telah berbaur dalam RumahMu dengan segenap saudara kami.
Kami telah melupakan kepentingan pribadi, kami buang ego kami, ...
Kami lampaui keterbatasan diri kami dan telah kami selami arti keberadaan diriku,
Makhluk lemah dan fana ciptaanMu Ya Maha Pencipta yang penuh keagungan.
Kami tinggalkan Ka'bah, kami ikuti jejak langkah Nabi kami.
Kami tinggalkan RumahMu, semata untuk mengunjungiMu, sang pemilik rumah suci.
Untuk mendekatkan diri kami kepadaMu.



Kukenakan kembali kain ihram putih ku,
Kulanjutkan langkahku menuju perjalanan yang lebih besar, menunaikan haji.
Perjalanan ini adalah gerakan menuju keindahan yang mutlak, pengetahuan yang mutlak, kekuatan yang agung, keabadian dan kesempurnaan gerakan abadi yang tidak berhenti.
Kami Mulai langkah ini dengan Singgah di Padang Arafahmu yang luas.




Ya Jabar...
Hari ini aku berdiam, menundukkan kepalaku,
Hatiku tiada henti memuji kebesaran namamu.
Kubaca ayat-ayat firmanMu.
Kuhayati keberadaan diriku,
Hatiku begitu damai,... damai oleh kasih dan karuniaMu.




Ya Aziz....
Kita begitu dekat.
Hatiku bisa merasakan "kedekatan" kita.
Biarkanlah rasa "dekat" ini tetap ada dan tertanam erat dalam hatiku
Ya Allah... Sebuah nikmat yang tiada tara....
Sebuah ketenangan jiwa yang mendalam.
Ya Rabbi...Janganlah Engkau cabut kenikmatan ini.
Senantiasa berilah kami petunjukMu agar ...
Kami bisa melaksanakan perintahMu dan...
Kami bisa Menjauhi semua laranganMu.
Ya Tuhan... berikanlah kami rakhmat untuk....
Senantiasa dapat merasakan "kedekatan" ini.




Ya Allah...
Hari ini kami berkumpul...
Kami singgah sebentar di padang yang luas ini.
Setiap detik adalah sangat berarti.
Kunikmati setiap saat kedekatan kita.
Kami ruku, bersujud, dan  tunaikan kewajiban kami.
Kami dengarkan khutbah Arafah.
Hati kami berseru...
Ya Allah...
Kami bersaksi ... Tiada Tuhan selain Engkau yang kami sembah,
Tempat kami bergantung, Tempat kami meminta pertolongan dan doa.
Kepada engkaulah kami Berserah diri.
Kami memohon perlindunganMu Ya Tuhan yang Maha Besar.



Ya... Ghaffar...
Ampunilah hambaMu yang bergelimang dosa ini.
Ampunilah kami yang sering mendzalimi diri kami sendiri.
Ampunilah kami... Ya Rahman... Ya Dzal Zaalali wal Ikram.
Berilah kami petunjukMu...
Tetes air mata tidak dapat kubendung lagi...
Dada Sesak, nafasku terasa berat.
Hatiku merintih, memuja, berdzikir dan berdoa padaMu.


Kini Matahari telah tenggelam...
Ya Allah,.. Kami harus meninggalkan Arafah.
Kami harus melanjutkan kembali perjalanan kami.
Masih ada beberapa babak skenario ibadah suci yang harus kami perankan.



Hatiku bergetar melihat berjuta saudaraku bergerak seiring langit kian gelap.
Hatiku sadar........ (Kusadari hidup kami hanya sesaat...)
(Kusadari kami bukanlah apa-apa....)
(Kami hanya bertekad untuk menjadi ummahMu yang lebih baik)
(...dan lebih mendekatkan diri kami Pada Mu... Ya Maha Penyayang)
Kami tenggelam dalam lautan manusia berbaju putih bertujuan sama,
Meninggalkan Padang Arafah yang semakin gelap........
Kami bergegas menuju tempat kami selanjutnya ... Muzdalifah.
Kami berbekal keteguhan hati menempuh jalan yang sama..


Hari ini kami telah menemukan jati diri kami....
Selama ini kami telah terbuai, terlena, tersesat dan kehilangan arah.
Kami sadari pengorbanan di atas jalan kebenaranMu adalah keselamatan
Berkorban di jalanMu adalah ibadah dan bentuk pengadian sesungguhnya
Berbekal keyakinan itu semakin kokoh hati ini.
Kupasrahkan semua diri kami  padaMu...  Ya Tuhan Manusia.
Kami ikhlas menjalani ini semua, semata beribadah padaMu.
Negeri kesadaran adalah tujuan kami selanjutnya.....
untuk bermalam dan mempersiapkan diri kami seutuhnya....
Sebagaimana telah dicontohkan Nabi kami...




Muzdalifah...
Di tempat ini kami menyaksikan lembah yang diselimuti keagungan sucinya malam.
Suasana yang hening di bawah langit yang mengatapi kami...
Cahaya rembulan dan bintang yang menjadi saksi dan menghiasai malam.
Malam ini penuh dengan rahasia besar yang ditulis Sang Pencipta...
Yang menjadi sumber ilmu bagi yang insanNya untuk semakin beriman
Malam ini sangatlah berbeda dari seluruh malam- malam kami.
Malam Ma'syar ... Muzdalifah dengan berbagai bayangan imaginasi..
Cahaya rembulan yang sejuk, Batin kami menyaksikan seruan Illahi...
"Demi matahari dan cahayanya yang terang benderang
Demi bulan yang mengiringinya;
Demi siang yang memperlihatkannya;
Demi Malam yang menutupinya;
Demi langit dan Yang Menciptakannya, dan...;
Demi bumi dan Yang MenghamparkanNya!"




Kami lewati malam ini dengan perenungan untuk menemui diri kami sendiri..
Menghela nafas... menyiapkan diri dan bekal untuk hari esok.
Kami larut dalam cinta, kerendahan hati....
Keheningan malam.... kami Introspeksi diri... dan bersujud padaMu.
Kami kuatkan semangat dalam lirih doa - doa kami.
Lapat dan suara Adzan sedemikian lembut.....
Mengingatkan kita telah tiba saat untuk shalat Shubuh dalam suasana yang berbeda.
Segera kami Shalat dan bersiap diri untuk meninggalkan Muzdalifah.
Karena sang matahari akan segera terbit dan hari besar baru telah datang.
Kami lanjutnya perjalanan menuju Mina.....


muzdalifah3.jpg (44579 bytes)

Waktu Dhuha telah tiba, seolah Sang Surya memberikan komando...
Teriknya kami rasakan menembus kulit kami.
Kami telah datang di Mina untuk sebuah upacara suci nan akbar.
Jumrah Aqabah....
Berjuta ummah berjalan bersama menuju lokasi yang sama... Aqabah
Senyuman pagi mengiringi langkah kami...
Terlihat sepanjang mata memandang lautan manusia berbaju putih.
laksana gelombang berjalan menuju tempat untik laksanakan jumrah Aqabah...




Jumrah Aqabah.....
Simbolis upacara melempar syaitan.
Wahai saudaraku sesungguhnya syaitan terbesar untuk diperangi adalah...
Syaitan yang bermukim dalam diri kita sendiri..
Maka seiring dengan setiap lemparan kerikil dan takbir yang kami kumandangkan
Padamkanlah hawa nafsu dan perangi syaitan dalam diri kita....
Segala kesombongan, Riya, Ketamakan, Kecemburuan...
Padamkan nafsu mendzalami diri sendiri dan orang lain.
Sesungguhnya kita dalam medan perang nan Akbar...
Allah akan menyalakan cahaya (nur) di dalam diri orang-orang yang dikehendakinya..




Hari ini telah kulaksanakan perang suci.
Kulontarkan senjataku padamkan nafsu diri....
Kutakbirkan memuji keAgunganMu Ya Maha Besar...
Kuangkat tanganku... Kuhadapkan diriku ke HadapanMu...
Kuberseru... "Ya Rabbi... Terimalah Hajiku dan Ampunilah Dosaku....


Perang suci telah kami tunaikan...
Nafsu dalam diri telah kami perangi...
Saatnya kami bersihkan diri kami.
Kami mencukur bersih rambut kami...


tahalul.jpg (22648 bytes)

Ya Rabbii Muliakan UmmahMu yang mencukur bersih...
Muliakan UmmahMu yang mencukur bersih...
Muliakan UmmahMu yang mencukur bersih...
Muliakan UmmahMu yang bercukur....

tahalul2.jpg (41231 bytes)

Selesailah babak pertama haji kami...
Selanjutnya kami menetap di Mina...
Untuk beribadah kepadaMu....
Untuk beribadah kepada sesama Saudara...
Untuk menjalankan ibadah lempar tiga Jumrah...
Ya Allah .... Aku Ridha ibadahku semata untukMu
Ya Rabii .... Terimalah Hajiku dan Ampunilah Dosaku...